Skip to main content

Hujan



Rinai hujan masih membasahi rerumputan yang mulai menguning
Kering karena terik yang membuat tanah seakan dahaga akan kesejukan banyu yang menyegarkan
Aroma embun masih segar terasa
Menyeruak masuk hingga ke dalam aortaku

Tenang... Damai...
Kututup mataku menikmati anugerah Tuhan yang begitu indah
Mengistirahatkan kepenatan dalam benak yang berkecamuk
Mengukir senyuman di balik rindu akan cinta yang belum menampakkan dirinya

Comments

Popular posts from this blog

Fatamorgana Kehidupan

kata manis tak berujung janji-janji meniup debu asa yang tak berarti dimana ada jalan sepi yang riuh disana pula kobar gemuruh menguak pilu gonjang ganjing mulut pesimis yang optimis menyusun kursi-kursi kehidupan yang fana menyiram rerumputan yang kecil lalu mengobarkan bara dalam semak yang belukar asap-asap picik kehidupan penuh tipu daya seolah tak hiraukan hembusan angin segar dari pegunungan ah... fatamorgana kehidupan yang naif menggunjing nasib anjing di rumah mewah namun tak hiraukan kucing-kucing kelaparan di tepi jalan setan teriak setan namun malaikat hanya dapat duduk menonton tak berdaya... inilah dia dunia yang penuh skenario seperti dalam drama....