Skip to main content

Belenggu Rindu



Belenggu apakah ini
Yang erat tak bercelah 
Yang pekat tak terurai...
Aroma kesunyian tak terbendung...
Tak menampik kerasnya gembok yang mengunci jiwa...
Jiwa yang penuh kesunyian...

Belenggu apakah ini
Hingga kerinduan pun terkurung waktu
Membuat penjara tersendiri di dalam raga yang sunyi...
Aroma pilu dari rindu mengalahkan melati yang bersemi di pagi hari...
Dan kumbang pun tak dapat menghidu aromanya...
Karena kembang yang indah tak membuka belenggunya...

Wahai hati yang berselimut rindu
masihkah dia kau peluk erat?
hingga dekap tak berjarak
hingga jejak tak beranjak
mengait asa membilang rasa

Comments

Popular posts from this blog

Fatamorgana Kehidupan

kata manis tak berujung janji-janji meniup debu asa yang tak berarti dimana ada jalan sepi yang riuh disana pula kobar gemuruh menguak pilu gonjang ganjing mulut pesimis yang optimis menyusun kursi-kursi kehidupan yang fana menyiram rerumputan yang kecil lalu mengobarkan bara dalam semak yang belukar asap-asap picik kehidupan penuh tipu daya seolah tak hiraukan hembusan angin segar dari pegunungan ah... fatamorgana kehidupan yang naif menggunjing nasib anjing di rumah mewah namun tak hiraukan kucing-kucing kelaparan di tepi jalan setan teriak setan namun malaikat hanya dapat duduk menonton tak berdaya... inilah dia dunia yang penuh skenario seperti dalam drama....

Hujan

Rinai hujan masih membasahi rerumputan yang mulai menguning Kering karena terik yang membuat tanah seakan dahaga akan kesejukan banyu yang menyegarkan Aroma embun masih segar terasa Menyeruak masuk hingga ke dalam aortaku Tenang... Damai... Kututup mataku menikmati anugerah Tuhan yang begitu indah Mengistirahatkan kepenatan dalam benak yang berkecamuk Mengukir senyuman di balik rindu akan cinta yang belum menampakkan dirinya