Skip to main content

Posts

Jika....

Jika hidupku berakhir saat ini Izinkan aku menutup mata ini dengan senyuman Jika hidupku berakhir di malam ini Biarkan tubuhku merasa hangatnya kasih sayang yang selalu aku rindukan Jika hidupku berakhir detik ini Biarkan hela nafasku berhembus dengan penuh ketenangan Jika hidupku memang harus berakhir seperti ini Biarkan aku menikmati setiap kenangan terindah yang pernah hadir dan mengisi hari-hari ku Kebodohan demi kebodohan mungkin telah aku lakukan Dan satu per satu merenggut iras senyum yang harusnya dapat aku nikmati bersama orang-orang yang aku sayangi untuk waktu yang lebih lama lagi Kenanglah aku... dengan kenangan-kenangan terindah dengan kenangan-kenangan yang membuat bahagia Dan nanti saat jasadku telah masuk dalam bumi ini kuburlah pula kenangan terpahit bersamaku agar aku tak kan meninggalkan luka pada orang-orang yang menyayangiku dan orang-orang yang sangat aku cintai... Jika aku harus menghembuskan nafas terakhirku saat ini izinkanlah aku ...

Cinta

Mungkin aku bukan rembulan Yang dengan sinarnya dapat menerangi gelapnya malam Mungkin aku juga bukan matahari Yang dengan cahayanya dapat memberikan energi untuk muka bumi Aku hanyalah mahluk ciptaan Allah.. Yang masih menempuh jalan yang berliku  Yang entah kapan ada akhirnya Tapi aku yakin.. Segala galau hati akan sirna Karena Allah telah menitipkan kan cintaNya untukku Dan cinta itu telah dititipkanNya Di setiap detak jantung Di setiap denyut nadi Dan aliran darah Dia yang masih disimpan Allah untukku...

Ibu

Terngiang aku pada masa-masa polosku Di saat hati belum tersentuh dengan kata jatuh cinta Dan seluruh rasa dalam hati hanya ada untuk mereka yang selalu ada untukku Ku lihat ia dengan wajahnya yang sedikit mengeriput Kulit yang termakan waktu Hingga mengharuskan kata mulus harus menyingkir dari dirinya Namun senyuman itu Tak pernah luput walau harus menahan sakit dan menghela penat yang bersarang di tubuhnya Seketika air mata menetes  Mengingat kata-kata indahnya dahulu Saat aku bersandar di pangkuannya Dan ia pun membelai lembut rambut panjangku Saat aku merasa khawatir Takut menyelimuti  jika orang yang saat itu ada di depanku harus pergi selamanya dan dengan senyuman terindah ia berkata "Kami akan terus bersamamu, nak... Akan terus mendampingimu di setiap langkahmu... Hingga suatu saat... Akan hadir seseorang  Yang akan menggenggam tanganmu dan akan meneruskan tanggung jawab kami  untuk selalu mendamping...

Malaikat Kecilku

Memandangi wajah polos itu Seakan membuat seisi dunia sangat damai Melihatnya tersenyum Cahaya kasih sayang terpancar di matanya yang cerah Benar-benar membawa semangat pada jiwa yang lelah Kamu adalah anugerah yang tak ternilai  Kamu adalah malaikat yang selalu membawa aku bangkit  Disetiap kelelahan dan keterpurukan yang aku lewati Celotehmu tak pernah membuatku merasa jenuh Bagai nyanyian sang biduan yang membangkitkan jiwa Seperti itulah yang ku rasakan tiap kali ku mendengar suaramu Tingkahmu yang selalu berubah-ubah Mungkin sering membuatku jengah Namun selalu menghasilkan tawa  Yang menghapus penat dalam benakku Kamu mungkin tak bersayap Seperti layaknya lukisan bidadari dalam dunia dongeng Namun akan ku lukiskan sayap pada hari-harimu Agar kamu dapat terbang melihat dunia Dan merengkuh cita yang kamu inginkan Teruslah tumbuh bersamaku Teruslah erat menggenggam tanganku Dan teruslah menet...

Kehidupan

Mereka yang berada di luar sana dengan kulit yang terbakar terik mentari dan peluh yang menyucur di sekujur tubuhnya membasahi helaian kain yang menutupi tubuh mereka Namun sesekali masih terlihat goresan senyuman yang terukir di wajah-wajah lelahnya Iba hati seringkali terbesit dalam benak Namun di sebalik rasa iba muncul juga rasa malu pada diri sendiri mereka yang dengan begitu kerasnya menjalani hidup masih dapat tersenyum walau begitu banyak masalah yang menghampirinya Saat kita sudah berada di atas mungkin mereka hanya akan tunduk dan hormat pada kita Namun apakah kita juga merasakan posisi kita yang sedang dihormati terkadang belum tentu lebih tinggi derajatnya dari mereka yang selalu menghormati Mereka bisa saja mengatakan "Selamat Pagi, Pak" atau "Selamat Sore, Bu" Namun pada saat mereka mengerjakan hal-hal yang ringan menurut kita apakah kita mampu dan mau melaksanakan itu seperti mereka? Kita terkad...

Hujan

Rinai hujan masih membasahi rerumputan yang mulai menguning Kering karena terik yang membuat tanah seakan dahaga akan kesejukan banyu yang menyegarkan Aroma embun masih segar terasa Menyeruak masuk hingga ke dalam aortaku Tenang... Damai... Kututup mataku menikmati anugerah Tuhan yang begitu indah Mengistirahatkan kepenatan dalam benak yang berkecamuk Mengukir senyuman di balik rindu akan cinta yang belum menampakkan dirinya

Aku Menunggumu

Di sini... Aku selalu menunggu Sebuah kepastian yang akan membawaku pada sebuah kebahagiaan Aku yakin... Di luar sana... Akan ada seseorang yang sedang berdoa untuk bertemu denganku Walaupun mungkin dia sendiri tidak tau Bahwa wanita yang ia minta pada Sang Maha Mencintai adalah wanita biasa sepertiku... Aku... Di sini hanya akan menunggu untuk bertemu dia yang sudah memang ditujukan untukku karena sejauh apapun aku menapaki perjalanan cinta Sekeras apapun aku mempertahankan sebuah hubungan  akan tiba masanya Dia Yang Maha Mengetahui akan mengatakan TIDAK dan tembok berlapis yang aku bangun untuk mengokohkan hubungan itu dengan sendirinya akan luluh lantak diterjang ombak hingga akhir dari rasa hanya akan ada bulir-bulir air mata yang jatuh pada tanah yang gersang  Untuk itu... Di sini aku hanya akan menunggu Mempersiapkan taman hati yang nantinya akan dipenuhi bunga cinta dan di sana... Akan ku bangun istana kecil...